McD Sarinah Akhirnya Dijatuhi Denda

0
(0)

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya menjatuhkan denda pada manajemen restoran cepat saji McDonald’s Sarinah, Jakarta. Restoran McD pertama di Indonesia yang telah berusia 30 tahun itu dianggap melanggar ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Saat acara penutupan gerai pada Ahad (10/5) yang lalu, McD menggelar acara khusus. Acara pada mala hari itu dihadiri ratusan pengunjung. Kerumunan pun tak terhindarkan. Jarak antarpengunjung juga tak terkontrol dan berdekatan.

Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta menindaklanjuti pelanggaran PSBB tersebut dengan memanggil manajemen McD Sarinah. “Pemanggilan dilakukan pada 14 Mei lalu. Manajemen McD sangat koperatif. Mereka memenuhi panggilan kami,” kata Ketua Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, Kamis (15/4).



Denda admisntratif telah dibayarkan manajemen McD sebesar Rp10 juta. Besarnya denda ini mengacu pada Pergub Nomor 41 Tahun 2020 pasal 7.

Arifin berharap, semua kalangan mematuhi dan memperhatian ketentuan berlakunya PSBB. Kedisplinan ini perlu, tuturnya, agar mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) bisa terputus.

“Kami menegur keras pada manajemen McD. Tidak seharusnya peristiwa dengan kerumunan begitu banyak itu terjadi pada saat berlakunya PSBB. Apalagi ini di pinggir jalan protokol dan di pusat Jakarta,” ungkapnya.

Sesuai ketentuan PSBB, kerumunan massa tidak boleh lebih dari lima orang. Jarak antarpengunjung pun minimal 1,5 m.

Pada awal acara penutupan gerai McD, menurut Arifin berdasarkan laporan stafnya, sebenarnya pengunjungnya tidak terlalu banyak. Akan tetapi karena letaknya di pinggir jalan besar, maka kerumunan sedikit orang itu mengundang perhatian massa yang melintas. Akhirnya massa yang bergabung kian banyak dan mencapai ratusan orang. (AS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *