Prediksi Pandemi Covid-19 di Indonesia Berakhir 2021 Oleh Pengamat

0
(0)

Jakarta – Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia diperkirakan baru akan berakhir paling cepat pada 2021. Pengamat internasional, Arya Sandhiyudha mengatakan, skenario tersebut potensial bergantung pada tiga faktor utama, yaitu kecepatan waktu penemuan vaksin, pemulihan mayoritas dunia secara global, dan pertumbuhan banyak episenter penyebaran baru di dalam negeri.

Arya menyebutkan, berbagai skenario yang memperdiksikan akhir pandemi Covid-19 berlangsung dalam 2020 sudah banyak yang mengalami revisi. “Kita dapat me-review satu demi satu pihak yang membuat prediksi terlalu optimistis di Maret, April, Mei akan jadi akhir pandemi, kini mereka semua telah merevisi prediksinya,” ujar Arya di Jakarta, Rabu (13/5).

Dia menuturkan, semua pihak pada akhirnya semakin sadar bahwa pandemi ini memang akan berlangsung dalam waktu yang agak lama. Prediksi Arya soal skenario 2021 itu pun bukan tanpa landasan, karena sudah ada beberapa penelitian di luar negeri yang menyebutkannya juga.


“Situasi global akan berpengaruh pada domestik, karena perhubungan dan keimigrasian Indonesia masih sangat terbuka,” ucapnya.

Direktur eksekutif The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) itu menyebutkan, wabah ini akan berlangsung lama. Situasinya akan seperti maraton jarak jauh dan jangka panjang, bukan sesederhana kita melewati puncak lalu semuanya selesai. “Ini akan menjadi seperti ‘gelombang soliton’ yang terus bergulir dan bergulung,” ujarnya.

Menurut Arya, prediksi dengan skenario 2021 tersebut tergantung pada kebijakan yang berlaku. Arah pandemi ini juga dipengaruhi faktor kualitatif, budaya, perilaku masyarakat, dan kemampuan pemerintah mengoordinasikan faktor kesehatan, sosial, ekonomi dan politik dalam kebijakan publik.

Arya mengambil contoh studi Minnesota yang menjelaskan tiga kemungkinan skenario untuk wabah pandemi Covid-19 ini. Skenario pertama, gelombang kasus Covid-19 saat ini diikuti oleh serangkaian gelombang susulan yang lebih kecil, atau puncak dan lembah yang terjadi secara konsisten selama periode satu hingga dua tahun, tetapi secara bertahap akan berkurang sekitar 2021.

Skenario kedua, gelombang awal Covid-19 pada 2020 diikuti oleh gelombang kasus yang lonjakan nya jauh lebih besar. Selanjutnya, satu atau lebih gelombang yang lebih kecil dapat terjadi pada 2021. Sementara, skenario ketiga, gelombang awal Covid-19 diikuti oleh pola gelombang yang tidak jelas dan terus berlangsung hingga 2021. (II)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *