Dinas KPKP DKI Pastikan Belum Ada Daging Sapi Palsu di Pasaran

0
(0)

Jakarta – Daging sapi palsu, atau daging babi yang diolah menjadi daging sapi, beredar di Bandung, Jawa Barat. Daging olahan tersebut ditemukan oleh kepolisian dalam sidak yang dilakukan pada sejumlah pasar tradisional di kota kembang itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, memastikan bahwa hingga kini belum ditemukan adanya daging palsu yang beredar di Jakarta. “Sampai sekarang tidak ada,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (13/5).

Saat ini jajarannya sedang melakukan pengawasan. Ia berjanji akan menginformasikan hasilnya.


Sebelumnya, Satreskrim Polresta Bandung mengamankan sejumlah penjual dan pengepul daging palsu. Mereka adalah Paino (46 tahun) warga Banjaran, Tuyadi (55 tahun) warga Sukabumi, Andri Sudrajat (39 tahun), dan Asep Rahmat (38 tahun).

Mereka memperoleh daging babi dari Kota Solo, Jawa Tengah, lalu dijual ke pedagang pasar yang berada di Kecamatan Majalaya, Baleendah, dan Banjaran. Dari Solo, daging dibeli Paino dan Tuyadi dengan harga Rp45 ribu per kilogram. Kemudian daging tersebut dijual kepada Andri dan Asep sebagai pengecer seharga Rp60 ribu per kilogram.

Selama tujuh bulan terakhir, mereka telah menjual daging palsu sekitar 63 ton. Untuk mengelabui masyarakat, para pelaku mengolah daging babi menggunakan boraks agar warnanya lebih gelap sehingga terlihat mirip dengan daging sapi.

Di pasar eceran, daging palsu itu dijual dengan Rp75 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti 500 kilogram daging babi yang siap dijual dari tempat tinggal Paino dan Tuyadi di Desa Kiangroke, Banjaran, Kabupaten Bandung.

Polisi juga menyita 2 unit freezer, 1 timbangan, 1 kilogram boraks, 1 mobil, 1 motor, dan 12 besi pancing untuk menggantung daging. Sementara, dari tangan Andri dan Asep polisi menyita 100 kilogram daging babi.

Para pelaku dijerat dengan pasal 91 a junto pasal 58 ayat 5 UU 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Lalu, pasal 62 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 UU no 8 tahun 99 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidananya 5 tahun penjara. (AS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *