Anies: Semakin Disiplin, Semakin Cepat Selesaikan Masa Pandemi

0
(0)

Jakarta – Anies Baswedan telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 41 tahun 2020 tentang sanksi bagi para pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia mengungkapkan alasannya terkait hal tersebut.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengatakan, bahwa aturan itu dibuat agar seluruh warga DKI bisa lebih disiplin dalam menjalankan physical-social distancing (menjaga jarak) saat PSBB. Dengan demikian, ia berharap PSBB yang telah diterapkan sejak tanggal 10 April lalu efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

“Pencegahan penularan ini tidak bisa dikerjakan hanya oleh sebagian orang, tapi harus semuanya. Harapannya semua menjadi lebih disiplin, semakin disiplin, semakin cepat kita bisa menyelesaikan masa pandemi ini,” ujarnya di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).

Selain itu, regulasi ini juga bakal dijadikan landasan bagi petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP) dalam memberikan sanksi bagi para pelanggar PSBB. Pasalnya, selama ini pemberian sanksi hanya berpedoman pada UU Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.



Dalam Pasal 93 UU tersebut dijelaskan, bahwa pelanggar kegiatan kekarantinaan, termasuk PSBB, bakal dipidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. Lantaran sanksi tersebut bersifat pidana, Pemprov DKI atau dalam hal ini Satpol PP pun tidak bisa memberikan sanksi secara langsung kepada pelanggar.

“Teman-teman yang bekerja di lapangan ini harus punya dasarnya. Inilah yang kemudian menjadi dasar pegangan mereka dalam menegakkan aturan,” tuturnya.

“Terkait dengan masker, penerapan sanksi denda sesudah pembagian masker selesai semua. Sebelum tuntas pembagian masker, sanksinya bentuk peringatan. Kan ada sanksi berupa peringatan, bentuknya peringatan tertulis,” paparnya.

Bagi masyarakat yang tidak mendapatkam masker atau masker bantuan dari Pemprov DKI, hilang atau rusak, bisa mendapatkannya lagi di kantor-kantor kelurahan terdekat. Alat pelindung diri yang wajib digunakan itu ada di sana.

“Setiap kelurahan disediakan masker. Jadi, kalau ada warga yang tidak punya masker, bisa datang ke kelurahan untuk minta, nanti akan diberikan,” kata dia. (AS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *