Anjloknya Harga Minyak Diduga Skenario AS Tingkatkan Cadangan

0
(0)

Jakarta – Jatuhnya harga minyak mentah dunia ini akan menguntungkan Amerika Serikat (AS). Negara tersebut diduga ingin meningkatkan cadangan minyak dalam negerinya dengan harga beli yang murah.

Pengamat Ekonomi, Mardigu Wowiek Prasantyo mengatakan, harga minyak jatuh merupkan sekenario AS untuk memperkuat cadangan minyaknya. “Perusahaan minyak dan gas (migas) diseluruh dunia banyak yang kolaps dan itu maunya Amerika Serikat. Begitu harga murah semua minyak dibeli oleh AS,” ujar dia dalam video virtualnya, Senin (11/5).

Mardigu menduga negara Adidaya itu dan sekutunya Arab Saudi menurunkan harga minyak dengan target Cina bisa mendapatkan energi minyak dari Rusia. Harga minyak turun, maka ongkos produksi di Rusia menjadi tinggi, sekitar USD 30 per barel.“Begitu harga minyak jatuh sekitar USD 10 per barel. Rusia menjadi rugi dan segera menjual minyaknya dengan murah,” kata dia.

Tak heran, PT Pertamina belum berencana menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski harga minyak turun. “Jadi ada yang bilang kok Pertamina belum turunkan harga BBM. Pertamina beli USD 30-40 per barel dengan stok lama, sedangkan ingin membeli minyak seharga USD 10 per barel belum ada barangnya,” ungkap Mardigu.

Dia memperkirakan, Pertamina tidak bisa membeli dengan harga murah karena memang barangnya tidak ada di pasar. “Tapi gimana mau dapat harga murah, semua barangnya diambil oleh AS. Kenapa AS mengambil langkah ini karena tidak ingin barang itu diambil Cina.

Adapun harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik USD1,19 menjadi USD24,74 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik USD1,51 menjadi USD30,97 per barel di London ICE Futures Exchange.(PS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *