IDI: Kasus Covid-19 Bertambah Tiap Hari, Kok Transportasi Dilonggarkan?

0
(0)

Jakarta – Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih, meminta pemerintah konsisten dan disiplin dalam menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurut dia, pemerintah seharusnya pemerintah mengevaluasi aktivitas yang boleh dilaksanakan saat PSBB, bukan melonggarkan transportasi dan sektor lain yang sebelumnya dilarang.

“Kenapa kami berharap seperti itu? Karena terus terang kami profesional medis itu khawatir kalau ini PSBB tidak didisiplinkan. Jika physical distancing tidak didisiplinkan maka tidak akan bisa efektif sebagai instrumen pencegahan (Covid-19),” kata Daeng dalam diskusi daring di Jakarta, Ahad (10/5).

Menurut dia, pemerintah harus mengkaji kembali kebijakan pelonggaran transportasi. Selain merawat mereka yang sakit, pemerintah harus tegas dalam membuat kebijakan agar masyarakat yang sehat tidak tertular virus corona atau Covid-19.

“Upaya-upaya pendisiplinan di lapangan itu memang harus dikencangkan. Saya lihat, di Jakarta saja ini, transportasi tambah macet, dari hari ke hari,” ucap dia.

Faqih mengatakan, jika pemerintah tidak tegas dalam menerapkan PSBB, kurva kasus positif Covid-19 di Tanah Air tidak akan berkurang. Ini karena kasus positif dari hari ke hari belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Sampai sekarang, pertambahan kasus tetap jalan, dan itu berkisar 250-400 per hari. Pertambahan masih ada, bukan menurun. Fluktuatif, kadang 300 lebih. Ini kita harus hati hati, jadi ambil kebijakan apa pun tetap kita harus hati-hati,” kata Daeng. (AIJ)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *