Twitter Akan Hapus Cuitan Hoaks terkait Covid-19

Jakarta – Twitter mengumumkan kebijakan barunya terkait cuitan para pengguna yang menyebarkan disinformasi tentang virus Covid-19. akan penghapus cuitan akun-akun yang dapat menghasut orang untuk melakukan tindakan yang berbahaya sehubungan dengan wabah virus itu.

Twitter mewajibkan para pengguna untuk menghapus cuitan unggahannya yang membuat klaim dengan tidak didasari pada ilmu pengetahuan. Salah satu contoh penyebaran dinsinformasi adalah beberapa waktu lalu orang-orang membakar menara 5G di Inggris karena sebuah teori konspirasi yang gagal dipahami oleh masyarakat.

Mereka menganggap bahwa peluncuran 5G itu dihubungkan dengan penyebab penyebaran Covid-19. Berawal dari kasus ini, secara khusus mengumumkan akan menghapus cuitan yang sifatnya dapat memunculkan kerusuhan sosial.

“Kami memprioritaskan penghapusan konten Covid-19 ketika memiliki kewajiban untuk bertindak yang berpotensi menyebabkan bahaya. Kami mungkin tidak akan mengambil tindakan pada semua cuitan yang berisi informasi yang tidak lengkap atau diperdebatkan tentang Covid-19,” kata juru bicara dilansir dari laman theverge.com, Kamis (23/4).

Adapun, dilansir dari akun @Safety, konten yang menyebabkan kegaduhan termasuk cuitan yang menolak penelitian ahli, mendorong orang untuk menggunakan teknik diagnostik palsu, dan konten yang menyesatkan, yang mengaku-ngaku berasal dari pakar atau otoritas kesehatan.

Sejak mengumumkan kebijakan baru ini pada 18 Maret, juga telah menghapus lebih dari 2.230 tweet dengan konten yang menyesatkan dan berpotensi membahayakan. Facebook, Google, LinkedIn, Microsoft, Reddit, dan YouTube mengumumkan bahwa mereka bersama-sama telah berjanji untuk melawan disinformasi terkait dengan Covid-19 mulai 16 Maret 2020. (CK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *