Tidak Ditahan Badan, Pihak Pelapor Pertanyakan Kebenaran Website SIPP PN Jaktim

Spread the love

HarianNasional.com -Sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan dokumen dengan nomor registrasi 161/Pid.B/2020/PN Jkt.Tim yang menjerat oknum advokat Rihat Herijon Simanullang (RHS) melawan pelapor yang juga advokat Berman Nainggolan kembali digelar Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (20/2/2020). Sidang yang ke-2 ini mengagendakan eksepsi pembelaan dari terdakwa RHS.

Dalam perkara antar dua advokat ini, pihak pelapor Berman Nainggolan melalui salah satu Kuasa Hukumnya Cupa Siregar, mengkritik keras terkait informasi di situs website Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan alamat web http://sipp.pn-jakartatimur.go.id/index.php/detil_perkara# tentang status dari terdakwa, didalam situs tersebut, tercantum bahwa terdakwa tertulis sebagai tahanan dan ditahan dirutan, namun faktanya terdakwa masih bebas berkeliaran.

Suasana sidang

“Menurut kami itu kesalahan besar, paling fatal. Pengadilan harus memberikan informasi yang efektif. Tidak ada alasan nantinya kesalahan itu dikatakan salah ketik,” tegas Cupa, kepada media saat ditemui dilingkungan Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Cupa menambahkan, terdakwa sejauh ini sama sekali tidak menjalani hukuman badan alias ditahan di rutan (rumah tahanan) mana.

“Ini yang sangat aneh, mengapa pihak pengadilan Jakarta Timur dalam memberikan informasi ke publik tidak teliti. Jangan sampai kami bertanya tanya benarkah terdakwa ditahan sesuai yang tertera di website,” jelas Cupa

Dilokasi yang sama, pihak Pelapor Berman Nainggolan bersama kuasa hukum dan rekan-rekan di Aishin Law Firm akan berkirim surat kepada Mahkamah Agung dan KPK terkait kinerja para hakim dan staf Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengenai keterbukaan informasi publik.

“Terkait informasi yang diperoleh dapat diterima dengan benar sesuai kenyataan. Sekaligus adanya pengawasan agar apa yang diterima masyarakat secara umum tentang informasi di pengadilan bisa diakses sesuai kenyataan sebenarnya,” ucap pelapor Berman Nainggolan kepada media.

Sementara itu, pihak JPU yang saat dihubungi oleh media untuk dikonfirmasi terkait kasus RHS tak sedikitpun merespon memberikan jawaban.

Sidang yang berjalan singkat hanya mendengarkan pembacaan pembelaani terdakwa. Tak lama usai pembacaan, sidang yang dipimpin Majelis Hakim Nun Suhaini langsung ditutup dan akan dilanjut pekan depan dengan agenda tanggapan Jaksa atas eksepsi terdakwa. (rex/rdk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *