Mendikbud Minta Dana BOS Dilaporkan Online dan Dipajang Di Sekolah

Spread the love

Jakarta : Pemerintah menaikan anggaran Dana Operasional Sekolah (BOS) pada 2020 ini mencapai Rp54,3 triliun. Nilai itu naik dari tahun 2018 sekitar Rp49 triliun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan akan memperketat pengawasan penggunaan anggaran dana BOS itu.

Ia mewajibkan sekolah membuat laporan secara online dan memasang papan laporan di masing-masing sekolah.

“Pelaporannya ada 2. Pertama online, jadi secara digital semua orang dapat mengakses. Kedua kita bikin required harus dipasang di papan di sekolah. Jadi orang tua murid, semua bisa lihat, murid-murid pun bisa lihat, kalau misalkan ada beli projektor, mana projektornya. Jadi itu salah satu hal check and balance,” kata Nadiem kepada wartawan di gedung A, Kemendikbud, Jakarta, Rabu (12/02/2020).

Seperti diketahui, mulai 10 Februari 2020, dana BOS akan ditransfer langsung ke rekening sekolah tak lagi ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Nadiem Makarim mengatakan proses transfer masuk dalam perubahan skema pencairan dana BOS di tahun 2020.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hingga tanggal 10 Februari 2020 sudah ada 136.579 sekolah yang akan mendapat dana total Rp9,8 triliun. Kemenkeu katanya sudah mengantongi rekening ke-136 ribu sekolah tersebut.

“Sampai akhir Desember masih di atas Rp100 triliun unspent di daerah,” kata Sri Mulyani dalam keterangan pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/02/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *