Korban Perkosaan di Cimahi Meninggal Dunia, Wajah Luka Parah

Spread the love

Cimahi : Zakia Nur Solihatin, gadis dibawah umur korban perkosaan dan penganiayaan, akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 14 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Cimahi, Rabu (12/2/2020).

Dua pemuda sebagai pelaku, masing-masing Nanang (27) dan Nandi (17) sudah diringkus jajaran Satreskrim Polres Cimahi dan menjadi tersangka.

Aksi keduanya terbilang sadis, karena sebelum diperkosa, korban dipaksa menenggak minuman keras. Dan ketika pengaruh alkohol mulai naik, korban langsung diajak berhubungan badan.

Sontak Zakia menolak permintaan keduanya. Tersinggung karena ditolak, mereka mengambil sebilah bambu penyangga tanaman kemudian menganiaya Zakia sampai wajahnya rusak.

Kapolres Cimahi AKBP Mochammad Yoris Maulana Yusuf Marzuki menuturkan, korban juga digagahi sampai tiga kali oleh para tersangka, dalam keadaan pingsan tak berdaya.

“Karena korban menolak, tersangka menganiaya korban dengan sebilah bambu penyangga tanaman hingga wajahnya rusak. Bahkan tersangka mengaku mencabuli korban sampai tiga kali, saat korban dalam kondisi pingsan dan tidak berdaya,” ujar Yoris kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Beruntung saat itu, ada warga yang melintas di sekitar lokasi sehingga korban dapat ditolong dan dilarikan ke RSUD Cibabat, Cimahi. Selanjutnya, kedua pelaku, Nanang (27) dan Nandi (17) berhasil diringkus oleh anggota Satreskrim Polres Cimahi.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Sejak menjalani perawatan kondisi korban sangat memprihatikan, karena selain menderita luka parah di bagian wajah dan kepala, korban juga mengalami trauma berat.

“Iya, korban meninggal dunia, kami dari Polres Cimahi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” ungkap Kapolres Cimahi AKBP Mochammad Yoris Maulana Yusuf Marzuki ketika dikonfirmasi RRI, Rabu (12/2/2020) siang.

Kasat Reskrim, kata Yoris, sudah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga tentang masalah otopsi dan pemakamannya.

“Dengan meninggalnya korban, hukuman yang akan dikenakan kepada kedua tersanga akan semakin berat. Selain Pasal 81 dan 82 Undang- Undang Perlindungan Anak, tersangka akan dijerat pasal tambahan yakni Pasal 80 UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Yoris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *