Politisi Demokrat Ingatkan Pemerintah Agar Tolak Kepulangan ISIS Eks WNI

0
(0)

Jakarta : Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean meminta pemerintah untuk menolak tegas kepulangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) eks kombatan Islamic State in Iraq and Syria atau ISIS dari Suriah ke Tanah Air. Bahkan dia mengatakan, bagi mereka yang memberikan dukungan kepada ISIS, berarti memiliki kesamaan prinsip seperti eks kombatan ISIS.

“Tolak ISIS eks WNI yang masuk Indonesia. Yang memberi fasilitas dan dukungan kepada ISIS hanyalah manusia yang punya kesamaan dgn orang-orang ISIS,” kata Ferdinand melalui keterangan persnya, Sabtu (8/2/2020).

Bahkan Ferdinand mengatakan, seseorang yang memahami nilai kemanusiaan hak asasi manusia (HAM), maka tidak akan memberikan ruang bagi teroris termasuk ISIS.

“Yang mengerti nilai kemanusiaan dan memahami hakekat Hak Asasi Manusia, tidak akan pernah memberi ruang kepada Teroris ISIS,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menyebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan memulangkan 600 warga negara Indonesia yang tergabung dalam ISIS dari Timur Tengah.

“Badan Penanggulangan Terorisme dalam waktu dekat akan memulangkan 600 orang yang sekarang tersesat di ISIS di Timur Tengah,” kata Fachrul dalam sambutannya di acara deklarasi Organisasi Masyarakat Pejuang Bravo Lima di Ballroom Discovery Ancol Hotel, Taman Impian Jaya Ancol pada Sabtu (1/2/2020).

Fachrul mengatakan, 600 WNI yang tergabung dalam ISIS itu sebagian besar telah membakar paspor Indonesia agar merasa dekat dengan Tuhan.

“Sekarang mereka terlantar di sana dan karena kepentingan kemanusiaan akan dikembalikan ke Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menuai pro dan kontra dari beberapa pihak, lalu akhirnya Menag kembali angkat bicara soal isu tersebut. Fachrul mengatakan, jika para WNI tersebut dipulangkan, pembinaan harus dilakukan kepada mereka.

“Yakin sih enggak (dapat mengembalikan rasa nasionalisme WNI eks ISIS), tapi kadang-kadang emang logika itu emang wahana anak kecil ya, mungkin masih bisa lah gitu, dibina gitu ya. Mungkin dengan upaya-upaya pendekatan yang baik,” kata Fachrul di kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

Dia mengatakan hal tersebut khususnya bagi para WNI yang berusia anak-anak, pembinaan perlu dilakukan. Sedangkan bagi WNI mantan anggota ISIS yang telah dewasa, Fachrul menyebut perlu dipikirkan mengenai pekerjaan mereka saat pulang ke Indonesia.

“Paling utama juga menurut saya dia kalau dia sudah balig, sudah dewasa sedikit, mesti ada kerjaannya. Kalau nggak, pasti dia bangkit lagi ke sana,” sambungnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *