Warga Natuna Tuding Pemerintah RI Lakukan Pembohongan Publik

0
(0)

Jakarta : Demonstrasi ratusan warga Natuna terus berlanjut atas datangnya 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, di Lanud Raden Sadjad untuk dikarantina.

Satu hal yang membuat warga marah adalah, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI sempat memberi pernyataan bahwa jarak antara hanggar pesawat di Lanud TNI AU Raden Sadjad yang digunakan sebagai pusat karantina para WNI dari Wuhan sejauh lima kilometer dari permukiman warga.

“Bohong! Ini cuma kami berada dua kilometer dari sini (Lanud Raden Sadjad),” ujar seorang demonstran kepada RRI Ranai, Senin (3/2/2020).

Para demonstran merasa kecewa, tidak ada sosialisasi sebelumnya, dan tidak ada pengarahan apapun dari pemerintah pusat mengenai penggunaan Lanud Raden Sadjad untuk karantina WNI dari Wuhan.

“Itu pembohongan publik,” teriak demonstran.

Akibat karantina yang dilakukan di dalam Lanud Raden Sadjad, sekolah-sekolah di Natuna sudah diliburkan selama 14 hari ke depan. Kemudian banyak ruko atau pertokoan tutup karena masyarakat dan pemiliknya takut akan wabah virus Novel Corona.

“Bahkan Pasar Ranai, salah satu pusat pergerakan ekonomi masyarakat Natuna, juga tutup,” demikian dilaporkan RRI Ranai dari Natuna, Senin (3/2/2020).

Para demonstran bertekad tidak akan membubarkan diri sampai pertemuan Bupati Natuna dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghasilkan keputusan yang mewakili keprihatinan dan keresahan masyarakat Natuna.

Kepala Negara sendiri dijadwalkan akan bertemu Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal besok, Selasa, 4 Februari 2020.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, ratusan Masyarakat pagi ini kembali berkumpul memadati Halaman Kantor DPRD Natuna, Ranai. Senin, (03/02/2020) pagi.

Dalam agenda aksi hari ini masyarakat menunggu kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Natuna, yang sejak 5 hari belakangan tidak berada di tempat.

Kedua pimpinan dan wakil pimpinan daerah Natuna tersebut dikabarkan melakukan kegiatan dinas luar. Namun, masyarakat Natuna tetap kecewa karena ketiadaan Bupati dan Wakil Bupati terkait gejolak di Natuna soal kedatangan WNI dari Wuhan di wilayahnya.

Anggota DPRD Natuna Wan Aris Munandar dalam arahannya kepada ratusan masyarakat mengatakan informasi terakhir Bupati Abdul Hamid Rizal dan Wakil Bupati Ngesti Yuni Suprapti telah dalam perjalanan pulang ke Natuna.

“Pak Bupati kita sekarang posisinya informasi terakhir bahwa Bupati dan Wakil Bupati Natuna sudah berada di ruang Tunggu Bandara Hang Nadim Batam, untuk ke Natuna,” pungkasnya.

Hingga saat ini, masyarakat Natuna masih menginginkan para WNI Wuhan untuk keluar dari bumi Natuna. Mereka khawatir kedatangan para WNI Wuhan berimbas pada penyebaran virus Corona.

Diketahui, 200 lebih WNI Wuhan saat ini telah dilakukan observasi di Hanggar Barat, Bandara Lanud Raden Sadjad (RSA) Ranai.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *