Friday, April 16

200 Rumah Kehilangan Sambungan Listrik DiJepang Akibat Gempa

Jakarta: Sejumlah operator pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) melakukan pengecekan fasilitas usai gempa dengan Magnitudo 7.2 mengguncang sekitar Prefektur Miyagi, Jepang.

Dikutip dari Reuters, Kementerian Perdagangan dan Industri menyampaikan, 200 rumah kehilangan sambungan listrik akibat gempa.

Wilayah yang terdampak gempa kali ini merupakan daerah-daerah yang pernah hancur akibat kebocoran reaktor PLTN Fukushima Dai-ichi pasca-gempa pada 2011.

Sementara, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi menjelaskan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo melakukan pemantauan kondisi warga negara Indonesia di Prefektur Miyagi dan beberapa wilayah yang juga merasakan gempa.

“KBRI telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan WNI di wilayah tersebut untuk memonitor kondisi WNI. Sampai saat ini KBRI masih mengumpulkan informasi baik melalui liputan awal media Jepang maupun informasi dari masyarakat,” ujar Heri Akmadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/3/2021).

Lebih lanjut, Heri Akhmadi mengimbau, kepada WNI yang bermukim di Jepang khususnya di Prefektur Miyagi agar segera melapor kepada KBRI Tokyo melalui layanan telepon hotline jika dalam keadaan darurat terkait gempa.

“Kepada WNI yang berada dalam kondisi darurat agar melapor ke hotline KBRI Tokyo. Tetap tenang dan ikuti petunjuk dari pemerintah daerah setempat,” lanjut Heri Akhmadi.

KBRI Tokyo hingga kini belum mendapat informasi seputar adanya korban jiwa dari WNI dan kerugian materiil terkait gempa. Jumlah total WNI yang bermukim di Prefektur Miyagi ada 984 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *