20.532 Orang di Jakarta Ikuti Tes Cepat, 2,1 Persen Dinyatakan Positif Corona

0
(0)

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih terus melakukan tes cepat (rapid test) Covid-19 sebagai proses deteksi dini massal atas wabah asal China itu. Tindakan dilakukan dengan memprioritaskan orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus corona.

Tes cepat itu berlangsung di seluruh wilayah Ibu Kota (termasuk kepulauan Seribu) dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Fify Mulyani mengatakan, dari puluhan ribu orang menjalani tes cepat, ratusan orang diketahui telah terpapar Covid-19.

“Tercatat, Kamis (2/4) kemarin, total sebanyak 20.532 orang telah menjalani tes cepat dengan persentase positif Covid-19 sebesar 2,1 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 428 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 20.104 orang dinyatakan negatif,” ujarnya di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (3/4).

Sementara itu, dalam agenda rutin pemaparan informasi terbaru perkembangan Covid-19 di Jakarta, ia mengatakan, sampai hari ini, terdapat 56 pasien positif yang sembuh dari total kasus positif Covid-19 sebanyak 990 orang. Kemudian, lanjut Fify, jumlah pasien meninggal sebanyak 98 orang, 627 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 209 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga
Alhamdulillah..Lima Pasien Covid-19 di Bekasi, Sembuh
Semi Lockdown, Masyarakat Singapura Memburu Sembako
“Untuk tenaga medis yang positif terinfeksi Covid-19 sejumlah 95 orang, satu di antaranya meninggal. Mereka tersebar di 32 rumah sakit (RS) dan satu klinik di Jakarta, lalu dua orang dokter spesialis domisili Jakarta meninggal namun dari dua RS di luar Jakarta,” ujarnya.

Dilansir dari laman resmi milik Pemprov DKI, corona.jakarta.go.id, jumlah kasus yang masih menunggu hasil, dalam artian telah diperiksa dan spesimennya sedang diuji di laboratorium, yakni 725 orang. Jika diakumulasikan, total ada 1.715 kasus Covid-19 di Jakarta.

Secara keseluruhan, data yang ada pada laman tersebut memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan setiap harinya selama pandemi Covid-19 melanda ibu kota. Berdasarkan data yang dihimpun sejak tanggal 21 Januari lalu hingga kini, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) atau mereka yang diduga terjangkit covid-19 sampai saat ini ialah 2.481 orang.

Dari jumlah tersebut, 1.971 di antaranya dinyatakan negatif corona, sementara untuk 510 orang masih terus dipantau tenaga medis. Lalu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sampai hari ini berjumlah 2.013 orang, ada 823 masih dirawat dan 1.190 pasien selesai dirawat.

Berikut akumulasi laporan tes cepat yang telah berlangsung hingga kemarin:

1. Jakarta Pusat, dilakukan 1.531 tes cepat dengan hasil 17 orang positif dan 1.514 orang diketahui negatif. Persentase orang positif Covid-19 di Jakarta Pusat sebesar 1,1 persen.

2. Jakarta Utara, dilakukan 3.945 tes cepat dengan hasil 58 orang positif dan 3.887 orang diketahui negatif. Persentase orang positif Covid-19 di Jakarta Utara sebesar 1,5 persen.

3. Jakarta Barat, dilakukan 4.313 tes cepat dengan hasil 177 orang positif dan 4.136 orang diketahui negatif. Persentase orang positif Covid-19 di Jakarta Barat sebesar 4,1 persen.

4. Jakarta Selatan, dilakukan 4.561 tes cepat dengan hasil 51 orang positif dan 4.510 orang diketahui negatif. Persentase orang positif Covid-19 di Jakarta Selatan sebesar 1,1 persen.

5. Jakarta Timur, dilakukan 5.800 tes cepat dengan hasil 111 orang positif dan 5.689 orang diketahui negatif. Persentase orang positif Covid-19 di Jakarta Timur sebesar 1,9 persen.

6. Kepulauan Seribu, dilakukan 52 tes cepat dengan hasil 1 orang positif dan 51 orang diketahui negatif. Persentase orang positif Covid-19 di Kepulauan Seribu sebesar 1,9 persen.

7. PPKP dilakukan 330 tes cepat dengan hasil 13 orang positif dan 317 orang diketahui negatif. Persentase orang positif Covid-19 di PPKP sebesar 4,1 persen.
(ii)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Berpotensi Masuk Kategori Limbah B3, Ini Cara Membuang Masker Bekas

Sat Apr 4 , 2020
0 (0) Jakarta – Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menerapkan protokol pengelolaan masker bekas dari rumah tangga atau cara membuang masker bekas yang tepat. Hal tersebut juga dilakukan untuk melindungi petugas kebersihan yang ada di garda terdepan dalam penanganan sampah selama masa pandemi Covid-19. Kepala […]