2.491 Positif Corona di Jatim, Separonya dari Surabaya

0
(0)

Surabaya- Pemprov Jatim melalui laman resmi untuk mengantisipasi penyebaran pandemi virus corona baru (Sars-CoV-2) yang memicu COVID-19, yaitu infocovid19.jatimprov.go.id, menyebutkan perkembangan situasi pandemi COVID-19 di sejumlah wilayah di Jatim.

Pada Rabu (20 Mei 2020), terdapat 23.151 orang dalam pemantauan (ODP), 5.274 pasien dalam pengawasan (PDP), 2.491 dinyatakan positif COVID-19, dan yang sembuh 403 orang. Sementara itu, total pasien meninggal dunia 243 orang. Dari keseluruhan kasus itu, separonya berasal dari Surabaya.



Rincian kasus Corona COVID-19 di Jawa Timur pada 20 Mei 2020 antara lain pasien positif Corona COVID-19 bertambah 119 orang. Sedangkan pasien sembuh naik 16 orang dan pasien meninggal karena COVID-19 bertambah 13 orang.

Berikut update perkembangan virus corona COVID-19 di Jawa Timur pada Rabu, 20 Mei 2020 dikutip dari instagram @jatimpemprov:

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP): 23.151 orang

Pasien dalam pengawasan (PDP): 5.274 orang

Terkonfirmasi: 2.491 orang

Sembuh: 403 orang

Meninggal: 243 orang

Sebaran Positif Corona COVID-19:

Kota Surabaya: 1.255 orang (sembuh 154 orang, meninggal 146 orang)

Kab. Sidoarjo: 329 orang (sembuh 19 orang, meninggal 34 orang)

Kab. Lamongan: 68 orang (sembuh 17 orang, meninggal 10 orang)

Kab. Gresik: 67 orang (sembuh 12 orang, meninggal 7 orang)

Kab. Magetan: 62 orang (sembuh 35 orang, meningal 2 orang)

Kab. Pasuruan: 57 orang (sembuh 8 orang, meninggal 1 orang)

Kab. Kediri: 56 orang (sembuh 4 orang, meninggal 7 orang)

Kab. Malang: 55 orang (sembuh 20 orang, meninggal 10 orang)

Kab. Tulungagung: 47 orang (sembuh 14 orang, meninggal 1 orang)

Kab. Probolinggo: 44 orang (sumbuh 15 orang, meninggal 1 orang)

Kab. Bojonegoro: 37 orang (sembuh 2 orang, meninggal 5 orang.(SP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bukan Hanya Dikorupsi, Reformasi Juga Dikhianati, Ini Kata Pengamat

Fri May 22 , 2020
0 (0) Jakarta – 22 tahun berlalu, ketika elemen mahasiswa Indonesia menyampaikan aspirasinya. Kemudian disusul dengan turunnya Presiden ke-2 RI HM Soeharto yang menyatakan berhenti dari jabatannya. Saat itu sekaligus menandai era orde baru berakhir, reformasi pun lahir. Gerakan mahasiswa pada tahun 1998 menyuarakan beberapa tuntutan sebagai agenda awal reformasi. […]