by

19 WNA Di Tolak Bandara Soetta

Tangerang: Sebanyak 19 warga negara asing (WNA) yang tiba di Bandara Soekarno Hatta atau Soetta, ditolak masuk oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Soekarno Hatta akibat mereka semua (yang berasal dari berbagai negara) tidak dapat menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 dengan hasil negatif tes PCR.

Kasie Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta, Jongky Ade Situngkir, menegaskan, penolakan terhadap 19 WNA tersebut merupakan upaya kantor Imigrasi Soetta dalam mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 B.1.1.539 atau Omicron ke wilayah Indonesia.

Jongky Ade Situngkir (Dok. RRI)
“Kami sudah menolak sebanyak 19 orang WNA. Jadi mereka ini ditolak bukan serta merta subject Omicron. Melainkan mereka tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak mempunyai PCR atau vaksin dosis lengkap,” ungkapnya kepada wartawan dan RRI.co.id di Tangerang, Jumat (3/12/2021).

Dia mengutarakan, para WNA yang ditolak masuk ke Indonesia itu berasal dari sejumlah negara seperti Filipina, Nigeria, Uni Emirat Arab, Australia, Ghana, Amerika Serikat, India dan Pakistan.

“Rinciannya enam asal Filipina, empat asal Nigeria dan empat asal Uni Emirat Arab. Kemudian dari Amerika Serikat, Australia, Ghana, India, dan Pakistan, masing-masing satu orang,” terang Jongky.

Menurut Jongky, jajaran kantor Imigrasi Soekarno Hatta, juga akan melarang seluruh WNA yang memiliki riwayat bepergian ke 11 negara dalam kurun 14 hari, yaitu bepergian ke Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, Lesotho, Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong

“Penanganan WNA yang berasal dari 11 negara tersebut kita tolak, tidak ada pengecualian. Yang diperbolehkan masuk adalah WNA yang mempunyai visa dinas, visa diplomatik, mempunyai izin kunjungan tinggal terbatas, izin kunjungan tinggal tetap,” ucapnya menambahkan.

Dia melanjutkan, pada proses skrining penumpang rute internasional, terutama penumpang – penumpang dari 11 negara subjek yang dilarang masuk ke Indonesia, ditingkatkan layanan pemeriksaan dokumen dan kesehatan penumpang, bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta.

“Kita mempunyai layer pertama bagi subject 11 negara. Apabila subject 11 negara ini turun (pesawat, Red), petugas Imigrasi memeriksa apakah yang bersangkutan pernah transit atau pernah tinggal di 11 negara yang tidak diperbolehkan (masuk ke Indonesia, Red). Apabila ditemukan, kita langsung mengarahkan untuk langsung berangkat menggunakan airlines (pesawat, Red) yang telah membawa mereka ke negara kita,” jelasnya.

Diketahui, berdasarkan Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 23 tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19, masa karantina bagi pelaku perjalanan internasional baik WNI maupun WNA pada saat kedatangan dilakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina selama 10 x 24 jam.

Bagi WNI dan WNA dilakukan RT-PCR kedua pada hari ke-9 karantina bagi yang melakukan karantina dengan durasi 10 x 24 jam.

Dan bagi WNI yang tiba dari Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini dan Lesotho, dilakukan RT-PCR saat kedatangan, lalu karantina 14 x 24 jam.

Kemudian, pada hari ke-13 dilakukan RT-PCR kedua.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *