Friday, June 18

Ketua Umum Demokrat Minta Kemenkumham Tolak Hasil KLB Abal-abal

Jakarta: Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, yang menetapkan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko sebagai Ketum PD 2021-2025.
AHY mengatakan, KLB yang disebutnya sebagai abal-abal, merupakan kegiatan yang ilegal dan inkonstitusional.

“Agar Kemenkumham menolak dan tentunya menyatakan bahwa gerakan pengambil alihan kekuasaan atau kepemimpinan Partai Demokrat melalui yang para pelaku klaim KLB atau kongres luar biasa tanggal 5 Maret di Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai kegaiatan ilegal, kegiatan inkonstitusional. Kami sebut kegiatan KLB abal-abal,” kata AHY saat tiba di Kemenkumham, Senin (8/3/2021), dikutip dari Youtube Kompas TV.
AHY menyebut, pihaknya memiliki berkas lengkap dan otentik yang menunjukkan penyelenggaraan KLB Deli Serdang tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

Ia juga menegaskan, peserta yang mengikuti KLB Deli Serdang bukanlah kader-kader Partai Demokrat yang memiliki hak suara sah.

“Mereka yang dateng bukanlah pemegang hak suara yang sah, Mereka hanya di jaketkan, diberikan jas seolah-olah mewakili suara yang sah. Proses pengambil keputusannya pun tidak sah, kuorumnya tidak dipenuhi sama sekali, tidak ada unsur DPP,” sebutnya.
Dijelaskan AHY, berdasarkan AD/ART Demokrat yang berlaku, KLB baru dapat diselenggarakan jika disetujui dan diikuti oleh sekurang-kurangnya 2/3 ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 1/2 ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia.

Selain itu, harus mendapatkan persetujuan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, yang saat ini dijabati oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
AHY menyambangi Kemenkumham didampingi petinggi partai, seperti Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, jajaran pengurus, anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat, dan 34 ketua DPD se- Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *