Saturday, June 19

82 Persen Tenaga Kesehatan Bersedia Vaksinasi Covid-19

Jakarta: Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyatakan kesiapannya dalam mendukung dan mensukseskan program vaksinasi bertahap yang akan mulai dijalankan Pemerintah dalam waktu dekat.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima RRI, Jumat (8/1/2021), dari hasil survei internal yang dilakukan secara acak oleh PPNI sejak Desember 2020, dan disebarkan secara online ke anggota PPNI di seluruh Indonesia, 82.04 persen dari total 1.700 responden menyatakan bersedia menerima vaksin sebagai kelompok pertama yang diprioritaskan oleh Pemerintah.

“Tenaga kesehatan, termasuk di antaranya perawat, merupakan kelompok dengan resiko tinggi terinfeksi virus Covid-19 karena kami bertugas di lingkungan yang kondisinya lebih rentan dibanding kelompok masyarakat lain. Karena itulah, perlindungan kepada tenaga kesehatan harus ditingkatkan, salah satunya dengan vaksinasi,” ungkap Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah di Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Harif mengutarakan, pihaknya menyadari pentingnya partisipasi nakes dalam program vaksinasi Covid-19, terlebih banyaknya disinformasi terkait vaksin di tengah masyarakat.

Sehingga mendorong PPNI berinisiatif untuk melakukan survei internal kepada seluruh perawat di Indonesia yang bekerja di fasilitas-fasilitas layanan kesehatan.

“Menurut hasil survei tersebut, respon yang kami dapatkan dari teman-teman perawat sangat positif, dengan 82.04 persen responden menyatakan bersedia menerima vaksin sebagai kelompok pertama yang diprioritaskan oleh Pemerintah dan 65.99 persen responden bersedia menjadi relawan pemberi vaksin atau vaksinator,” ungkapnya.

“Berdasarkan dialog-dialog yang kami lakukan dengan anggota PPNI di 34 provinsi di Indonesia, kami juga tidak menemukan adanya penolakan terhadap program vaksinasi bertahap ini,” tambah Harif.

Sebelumnya, pada Rabu (6/1/2021), Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, tenaga kesehatan menjadi prioritas utama program vaksinasi tahap pertama yang ditargetkan selesai pada Februari 2021.

Jika telah selesai, program vaksinasi dapat dilanjutkan untuk prioritas-prioritas selanjutnya.

“Tahap pertama yang 1.6 juta tenaga kerja kesehatan ini kami rencanakan selesai di bulan Januari dan Februari, tahapan berikutnya yang lebih besar yaitu tahapan untuk 17.4 juta tenaga layanan publik dan 21.5 juta rakyat dengan usia lanjut,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *