Kantongi Bukti Penting Peristiwa KM50

0
(0)

Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengklaim, bahwa pihaknya telah mendapatkan dokumentasi berupa foto ke-enam jenazah anggota Front Pembela Islam (FPI) dari tim dokter Rumah Sakit (RS) Polri yang melakukan autopsi terhadap jenazah tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Komisioner Komnas HAM, M Choirul Anam usai melakukan pemanggilan dan pemeriksaan untuk yang ketiga kalinya terhadap tim dokter tersebut.

“Kami ditunjukan detail, karena kami minta ditunjukan foto pertama kali (jenazah) sebelum tindakan (autopsi). Dan itu adalah posisi paling penting, sehingga itu menunjukan orisinalitas (kondisi pertama jenazah),” kata M Choirul Anam usai melakukan pemeriksaan terhadap tim dokter forensik RS Polri, di Kantor Komnas HAM, Jakarta (17/12/2020).

Bahkan tak hanya itu, adanya polemik yang berkembang secara liar terkait luka akibat proyektil peluru ungkap Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM yang akrab disapa Anam, juga dijelaskan dan ditujukan secara detail oleh tim dokter RS Polri.

“Itu kami mendapatkan cukup detail, ditunjukan jenazahnya, dijelaskan bagaimana mereka melakukannya (autopsi), terus titik-titik yang jadi opini publik (luka peluru) juga ditunjukan,” ungkapnya.

Dengan adanya salah satu bukti penting yang dikantongi Komnas HAM itu, lebih lanjut Anam membeberkan bahwa penyelesaian kasus kematian enam orang anggota FPI di KM50 Tol Jakarta-Cikampek itu telah mulai terlihat dengan jelas.

Meski demikian pihaknya juga akan tetap berhati-hati dalam menyimpulkan pengungkapan kasus tersebut dengan melakukan analisa seluruh barang bukti yang telah dimiliki Komnas HAM secara detail.

“Semoga proses yang sangat baik ini, yang terbuka ini bisa berkontribusi signifikan terhadap pengungkapan kebenaran, terangnya peristiwa. Ini juga satu tahap lagi bagi Komnas HAM yang puzzle-puzzelnya semakin lama semakin terkuak,” ucapnya

“Kami dapat berbagai informasi soal posisi jenazah, baik di posisi pertama maupun terakhir. Kami juga cek, bandingkan, kami lihat terus nanti jadi bahan kami untuk menyimpulkannya,” pungkas Komisioner Komnas HAM Choirul Anam.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *