14 Saksi Diperiksa Bareskrim Atas Kematian Anggota FPI

5
(1)

Jakarta: Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Argo Yuwono menyatakan, Bareskrim Polri telah memeriksa 14 orang saksi terkait kasus penembakan terhadap enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI).

Pemeriksaan para saksi, kata dia, telah dilakukan sejak Bareskrim Polri mengambil alih kasus tersebut dari Polda Metro Jaya.

“Kemarin sudah disampaikan oleh Pak Kabareskrim, untuk sementara ini kita sudah memeriksa 14 saksi. Jadi, nanti akan kita buktikan,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: HRS Ditetapkan Tersangka, Aziz Yanuar: Aneh

Tapi, Argo tidak menjelaskan secara lengkap terkait nama para saksi.

Argo hanya menyebut, Tim Penyidik Bareskrim Polri juga sudah mulai melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Mulai dari TKP pertama di kawasan Sentul Bogor, Jawa Barat,” kata Argo.

Tim Penyidik Bareskrim Polri, lanjut dia, juga telah mencari saksi yang mengetahui keberangkatan, sampai dengan saksi di TKP terakhir.

“Hanya saja, tidak semua yang mengaku sebagai saksi dapat diperiksa. Karena memang, saksi adalah seseorang yang melihat, mendengar, mengetahui dan juga merasakan peristiwa tersebut. Itu sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” kata dia.

Namun, dia juga memastikan bahwa Polri tidak membatasi partisipasi pihak eksternal, salah satunya dengan membuka nomor hotline.

“Kita akan terbuka seperti apa yang sudah disampaikan pak Kabareskrim, ‘ada hotline’. Silakan kepada masyarakat memberikan informasi,” kata Argo.

Argo menjelaskan, bahwa penyidikan yang dilakukan ini harus ada bukti pendukungnya.

“Sehingga, bukan berarti menyampaikan peran-peran dari pada saksi maka tinggal cari pendukungnya. Seperti saksi saksi melihat bahwa ada pelaku itu membawa senjata dan senjata api, juga Polisi harus mencari pendukungnya,” ucap Argo.

“Setelah tertata semuanya nnti akan kita lakukan rekonstruksi dan kita melihat seperti apa? Biar terbuka bahwa polisi tidak menutup-menutupi semuanya akan kita lakukan dengan transparan,” sambung Argo.

Soal hotline, Argo membantah Polri kesulitan dalam menangani kasus penembakan terhadap enam anggota FPI.

Lagi dan lagi, Argo memastikan bahwa Penyidik Polri bakal mengumpulkan semua informasi yang ada supaya tidak ada fitnah, dan juga tidak ada dusta.

“Kalau ada informasi, ada buktinya silakan dimasukan ke situ. Semua informasi kita terima dengan baik,” ucap Argo.

Sebelumnya, Bareskrim Polri berencana untuk memanggil pihak keluarga dari enam Laskar FPI yang tewas tertembak.

Terkait rencana pemanggilan pihak keluarga, Tim Penyidik Bareskri Polri telah mengirim surat panggilan kepada keluarga korban, dan dijadwalkan pihak keluarga korban bakal diperiksa sebagai saksi pada Senin (14/12/2020) mendatang.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *