Merasa Dipermainkan BPN Kota Bekasi, Warga Dirikan Tenda Untuk Menginap

0
(0)

 

HarianNasional.com – Ratusan ahli waris dan keluarganya menggeruduk kantor ATR/BPN Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (1/12/2020) untuk melakukan aksi protes. Masa yang merupakan warga kelurahan Jati Karya, Kecamatan Jatisampurna, merasa dipermainkan dengan keputusan BPN. 

Para ahli waris ini menuntut untuk segera diterbitkannya surat rekomendasi dari BPN Kota Bekasi sebagai pengantar pencairan ganti rugi yang saat ini uangnya telah diserahkan pada Pengadilan Negeri Kota Bekasi dan disimpan di Bank BTN cabang Kota Bekasi. 

Ratusan warga yang didominasi emak-emak ini merupakan ahli waris yang terkena gusuran proyek Tol Cimanggis-Cibitung. Mereka menuntut pihak BPN Kota Bekasi agar segera merekomendasikan surat rekomendasi ke Pengadilan Negeri Bekasi. Untuk pencairan pembayaran lahan mereka yang terkena proyek tol Cimanggis-Cibitung.

Meski sempat dilakukan dialog dengan pihak BPN didampingi pihak kepolisian dan unsur TNI, namun tak membuahkan hasil yang memuaskan. 

Warga menilai, pihak BPN tidak transparansi dan mengulur ulur waktu dalam melakukan proses validasi tanah milik warga yang kini menjadi sengketa sejak dua puluh satu tahun lalu, meski warga sudah memenuhi sejumlah persyaratan yang diminta dari pihak BPN Kota Bekasi.

“Kami para ahli waris akan nekat mendirikan tenda dan menyiapkan perlengkapan masak untuk menginap di depan Kantor BPN,” ucap salah satu ahli waris, Chang Ong, pada wartawan.

Perjuangan para warga Jati Karya ini untuk menuntut ganti rugi atau uang konsinyasi sebesar Rp218 miliar atas tanah seluas empat hektare lebih yang terkena pembangunan jalan Tol Cimanggis-Cibitung yang kini sudah beroperasi. Warga akan kembali melakukan aksinya demi menuntut haknya esok hari, jika tuntutan tak dipenuhi. (rdk/rdk)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *