Monday, May 10

Komposisi JK-HRS 2024 Mencuat

Jakarta: Meski menuju kontestasi Pilpres 2024 masih menyisakan waktu panjang, suhu politik sudah mulai memanas.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Wakil Presiden (wapres) dua periode, Jusuf Kalla (JK) yang mengatakan, terjadinya gejolak saat ini disebabkan Indonesia krisis kepemimpinan.

Sontak, kritik dari JK tersebut, langsung dialamatkan untuk tujuan kontestasi 2024. JK yang membela Habib Rizieq Shihab, disebut-sebut akan ‘kawin’ di 2024.

Baca Juga : JK Singgung ‘Kekosongan Kepemimpinan’, Jangan Apriori ‘Kekosongan Kepemimpinan’, Jangan Apriori

Melihat segala persoalan dikaitkan dengan 2024, Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Indonesia (UI), Dr. Ade Reza Hariyadi menyampaikan, hal itu tidak bisa dihalangi, sebab saat ini situasi masih dalam konteks meraba.

“Bagaimanapun juga 2024 itu, sampai hari ini masih sama-sama meraba siapa berpotensial ke arah sana. Dan kalau kita lihat figur kepala daerah satu-satunya yang defenitif kader partai hanya Gubernur Jateng. Kalau tokoh nasional juga masih sangat baik, jadi menuju 2024 masih ada sisa waktu yang panjang, dimana politik masih sangat dinamis,” kata Ade kepada RRI.co.id, Selasa (24/11/2020).

Meski demikian, Ade mengatakan, sosok JK justru saat ini diperlukan untuk membantu menyelesaikan persoalan bangsa. Hal itu tentu tidak terlepas dari pengalaman JK dalam sebagai wapres selama dua periode.

“JK itu politisi senior, berpengalaman, dan reputasinya adalah menyelesaikan beragam konflik sosial dan memediasi konflik sosial. Saya kira pengalaman ini dapat dimanfaatkan untuk tukar pikiran pemerintah hari ini, sekaligus belajar dari pengalaman Pak JK. Termasuk tentang tata kelola pemerintah, pembagian tugas antara Presiden dan wapres yang hari ini terkesan tidak berjalan secara efektif,” sebutnya.

Ade mengira, kritik JK terkait adanya kekosongan kepemimpinan tentu karena melihat kegelisahan dengan tidak adanya suatu praktik kekuasaan yang otoritatif untuk menyelesaikan masalah kebangsaan terutama persoalan sosial.
“Saya kira kritik itu hanya bentuk kegelisahan Pak JK saja,” pungkas Ade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *