Monday, April 19

JK Singgung ‘Kekosongan Kepemimpinan’, Jangan Apriori

Jakarta: Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Indonesia (UI), Dr. Ade Reza Hariyadi menilai ‘kekosongan kepemimpinan’ yang disinggung Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mungkin bentuk kegelisahan tidak adanya satu praktik kekuasaan otoritatif untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

“Ini mungkin bentuk kegelisahan Pak JK saja, terutama terkait meningkatkan persoalan sosial. Kita punya wapres saat ini berlatarbelakang sebagai tokoh ulama besar, dari ormas yang besar juga, menurut JK, mengapa ini tidak diperankan untuk merangkul seluruh kekuatan politik Islam, untuk menjadi lebih solid dan berkontribusi,” kata Ade kepada RRI.co.id, Selasa (24/11/2020).

Meski mengritik, menurut Ade, hal itu tidak perlu direspon dengan pandangan-pandangan yang negatif.
“Jangan lantas direspon negatif. Say kira justru ada satu sisi positif dari pandangan Pak JK, tidak perlu apriori, apalagi kalau melihat reputasi Pak JK cukup penting dalam mengatasi gejolak sosial sepanjang karirnya,” ungkap Ade.
Sebelumnya, JK menyoroti kegaduhan yang terjadi pasca-kepulangan Rizieq, yang melibatkan TNI-Polri, sehingga seolah-olah negara berada dalam kondisi “guncang”.

“Adanya kekosongan itu, begitu ada pemimpin yang kharismatik, katakanlah begitu, atau ada yang berani memberikan alternatif, maka orang mendukungnya,” kata JK di akun YouTube PKS TV, Jumat (20/11/2020) malam lalu.

JK lantas mewanti-wanti agar kondisi tersebut tak membawa Indonesia kembali pada era demokrasi jalanan, saat masyarakat tak lagi memiliki kepercayaan terhadap negara sehingga menentukan jalan mereka sendiri dengan berdemonstrasi. Sebab menurunnya, kondisi itu menimbulkan kerugian bagi negara, seperti menghambat pembangunan ekonomi maupun pembangunan.(RRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *