Din Syamsuddin Menduga Pemeriksaan Anies Oleh PMJ Drama Penegakan Hukum

0
(0)

Jakarta: Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin menduga, pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Polda Metro Jaya (PMJ) untuk diklarifikasi terkait adanya kerumunan dalam acara pesta pernikahan putri dan Maulid Nabi Muhammad SAW, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, sebagai drama penegakan hukum yang irasional.

Din menilai, pemeriksaan Anies selama kurang lebih 10 jam sangat tidak wajar.

“Belum pernah terjadi Polda memanggil seorang Gubernur yang merupakan mitra kerja hanya untuk klarifikasi, kecuali dalam rangka penyidikan,” kata Din Syamsuddin dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

Din mempertanyatakan kewenangan Polri, yang memeriksa Anies terkait pelanggaran kebijakan protokol kesehatan. Dia menyebut, tanggung jawab protokol kesehatan seharusnya ada pada Polri sendiri.

“Mengapa tidak Kapolda yang datang (diperiksa). Bukankah izin serta tanggung jawab atas kerumunan yang melanggar protokol kesehatan ada pada Polri?,” kata Din.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menyebut, pemeriksaan terhadap Anies Baswedan yang merupakan seorang mitra Polda Metro Jaya merupakan preseden buruk yang hanya akan memperburuk citra Polri yang dinilai berlebihan. Terlebih, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga yang di wilayahnya terdapat kerumunan yang disebabkan Rizieq Shihab juga hingga kini belum diperiksa polisi.

“Polri terlalu over acting, apalagi terkesan ada diskriminasi dengan tidak dilakukannya hal yang sama atas Gubernur lain yang di wilayahnya juga terjadi kerumunan serupa. Tindakan ini akan menjadi bumerang bagi rezim dan telah menuai simpati rakyat bagi Anies Baswedan sebagai pemimpin masa depan,” tegas Din.

Sebelumnya, Anies diperiksa oleh penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya terkait kerumuman massa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Pemeriksaan terhadap Anies kurang lebih dilakukan selama sembilan jam.

“Ada 33 pertanyaan yang tadi disampaikan menjadi sebuah laporan sepanjang 23 halaman. Semuanya sudah dijawab seusai dengan fakta yang ada, tidak ditambah tidak dikurangi,” kata Anies di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11).

Kendati demikian, Anies tidak membeberkan materi yang ditanyakan penyidik. Dia memilih langsung menaiki mobil dinasnya dan meninggalkan komplek Polda Metro Jaya.

“Detil isi pertanyaan, klarifikasi, dan lain-lain biar nanti menjadi bagian dari pihak Polda Metro Jaya untuk nanti meneruskan dan menyampaikan seusai kebutuhan,” ucap Anies.

Baca Juga: Anies Baswedan Diperiksa Pakai UU Karantina

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyatakan, pemeriksaan terhadap Anies Baswedan dalam rangka klarifikasi terhadap peristiwa yang terjadi.

“Kepada siapa klarifikasi itu dilakukan satu kepada pemerintah daerah untuk apa menjawab pertanyaan yang tadi, untuk bisa menjelaskan status DKI saat ini,” ujar Tubagus.

Tubagus menjelaskan, arah pertanyaan yang dilontarkan yakni terkait status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta. Kemudian aturan main dalam PSBB tersebut, hingg aturan kekarantinaan.

“Pertanyaannya kepada penyelenggara pemerintahan. Bagaimana ketentuannya, ada yang dilanggar tidak dengan ada acara itu kalau memang ada yang dilanggar maka telah terjadi pidana,” pungkasnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Presiden Perkirakan Vaksinasi Covid-19 Desember, BPOM Pastikan Tidak Bisa, Ini Alasannya

Wed Nov 18 , 2020
0 (0) Bogor – Presiden Joko Widodo memperkirakan pemberian vaksin Covid-19 dapat dilakukan pada akhir Desember 2020 atau awal Januari 2021. Menurut dia, tergantung pada datangnya vaksin dan proses persiapan yang dilakukan di Indonesia. “Soal vaksin, kita berharap vaksin ini bisa datang pada akhir November ini. Kita berusaha. Kalau tidak […]