Terima Didenda Rp50 Juta, Tidak Membela Diri dan Langsung Bayar Tunai

5
(2)

Jakarta – Imam Besar dan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab beserta keluarga menerima diberi sanksi Rp50 juta terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara pernikahan Syarifah Najwa Syihab dan perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Markaz FPI, Petamburan, Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Habib Rizieq, keluarga dan FPI tidak membantah dan tidak membela diri atas ketetapan sanksi tersebut dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia menerima sanksi tersebut dengan sportif serta lapang dada, bahkan membayar langsung secara tunai.

Pemprov DKI melalui aparatnya juga sudah menyampaikan imbauan dan permintaan agar Habib Rizieq tidak menggelar acara yang melibatkan massa. Pihaknya menyampaikan hal itu dengan mendatangi, bahkan menyurati.

“Kemudian ketika ada pelanggaran kami tindak, diberikan sanksi yang tertinggi Rp50 juta, jika diulangi akan bertambah jadi Rp100 juta,” kata Riza.

Dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah meminta jangan ada lagi kerumunan di seluruh Jakarta. Untuk kegiatan apapun termasuk kegiatan keagamaan dilakukan dalam jumlah terbatas sesuai dengan protokol Covid-19 dan sedapat mungkin dilakukan secara virtual.

“Terlebih ini maulid, hal tersebut tidak mengurangi makna maulid, justru kalau kita ingin maulid bukan jumlah jamaahnya yang banyak, kesuksesannya diukur dari sejauh mana kita bisa meneladani Rasulullah sebagai Akhlakul Karimah,” kata Riza.

Kemudian, kata dia, menyempurnakan dan memperbaiki akhlak. Salah satu caranya taat pada protokol kesehatan, pada protokol Covid-19, menjaga kebersihan diri, meningkatkan kesehatan dan sebagainya.

Terkait rencana pemeriksaan Gubernur Anies Baswedan oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk klarifikasi terkait kerumunan di rumah Habib Rizieq, Riza belum tahu. “Saya belum tahu soal itu, nanti saya tanyakan sama beliau,” kata Riza.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai klarifikasi terkait kerumunan massa di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di rumah Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, pada 14 November 2020 yang merupakan hari pernikahan putrinya, Najwa Syihab.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menjelaskan pihaknya menjadwalkan klarifikasi terhadap Anies pada Selasa (17/11) pukul 10.00 WIB di Mako Polda Metro Jaya.

“Kami undang pukul 10.00 WIB untuk klarifikasi,” kata Tubagus Ade Hidayat saat dikonfirmasi, Senin.

Dalam surat dengan nomor B/19925/XI/RES.1.24/2020/Ditreskrimum itu, disebutkan bahwa pemanggilan Anies ini terkait dengan dugaan peristiwa tindak pidana dengan tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan menghalang-halangi penyelenggara kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dalam kejadian pada 14 November 2020. (Aza/Ant)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Elektabilitas Habib Rizieq Syihab Menyodok di Angka 9,6 Persen, Prabowo Unggul 22,3 Persen

Mon Nov 16 , 2020
5 (2) Jakarta – Survei yang dilakukan oleh Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan peta pertarungan menuju Pilpres 2024 masih dikuasai oleh Prabowo Subianto yang kembali unggul dan menjaga jarak dari pesaing utamanya, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil. “Sementara itu naiknya elektabilitas Prabowo juga diikuti dengan melorotnya Anies Baswedan […]