Presiden Jokowi Berikan Bintang Mahaputra dan Bintang Jasa, Gatot Tidak Hadir

5
(1)


Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi), menganugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan berupa Bintang Mahaputra dan Bintang Jasa, kepada para pejabat dan juga mantan pejabat negara di Kabinet Kerja 2014-2019 yang dilaksanakan di Istana Negara pada Rabu (11/11/20). Pemberian tanda jasa ini, berdasarkan Keputusan Presiden.

Selain itu, Jokowi juga memberikan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera dan Bintang Jasa kepada 14 orang perwakilan penerima tanda kehormatan, kepada ahli waris dari para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani Pandemi Covid-19.

Mantan pejabat yang menerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan diantaranya, ada Rini Soemarno yang merupakan mantan Menteri BUMN di Kabinet Kerja, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, mantan Menteri ESDM Ignatius Jonan, ada pula mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.

Selain mereka yang dulu pernah menjabat sebagai pejabat negara, ada pula mereka yang masih menjadi pejabat negara turut pula menerima tanda jasa dan kehormatan, dikarenakan mereka sudah pernah melaksanakannya di tahun 2014 hingga 2019 dan masih berlanjut hingga saat ini.

Sebagian besar penerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dapat hadir, namun Gatot Nurmantyo dan juga mantan Kepala Staf TNI AL Siwi Sukma Aji berhalangan hadir.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengungkapkan, untuk mereka yang hadir sudah melalui serangkaian tes kesehatan berupa swab test.

“Protokol kesehatan, semua yang hadir sudah dilakukan swab. Mulai dari siang hingga malam. Proses sudah dijalankan, jadi kami tetap menjaga protokol kesehatan,”

Lebih lanjut, Heru bahkan mengungkapkan ketidakhadiran Gatot Nurmantyo merupakan hak dari yang bersangkutan, yang tentunya juga sudah berkirim surat kepada Presiden untuk mengungkapkan alasan ketidakhadirannya pada hari ini.

“Mungkin ada beberapa isi yang beliau tidak setuju. Mungkin kondisi Covid-19, dan harus memberi perhatian pada TNI. (Isi) Di suratnya seperti itu, dan ditujukan ke Bpk Presiden. Itu hak beliau. Yang jelas negara melaksanakan tugasnya, memberikan (penghargaan) kepada para mantan menteri, mantan Panglima TNI, mantan Kapolri, mantan Kepala Staf TNI, yang memang patut diberikan,” lanjut Heru.

Heru juga memberi penjelasan tambahan, bahwa pemberian Tanda Jasa dan tanda Kehormatan kepada seseorang tentunya sudah melalui tahapan khusus dan juga sudah dilaksanakan oleh Dewan Khusus.

“Itu kan diproses di Dewan Gelar Kehormatan, ada Dewan Khusus dan sudah dilaksanakan,” pungkas Heru.

Adapun untuk alasan lebih rinci mengapa Gatot tidak hadir, Heru mengungkapkan, akan disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

“Detailnya nanti disampaikan Pak Menkopolhukam,” ucapnya sambil berlalu masuk ke dalam Istana. (rdk)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

2 Juta Pelaku UMKM Siap Go Digital

Wed Nov 11 , 2020
5 (1) Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan hingga akhir tahun 2020 ada sebanyak 2 juta yang siap menjadi pelaku UMKM go digital. Untuk mengapresiasi para pelaku UMKM yang berpartisipasi aktif dalam program Bangga Buatan Indonesia (BBI), pihaknya menggelar malam Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020 yang akan berlangsung […]