Tersangka Pemukulan Anggota TNI Jadi 4 Orang

0
(0)

Ilustrasi

Bukittinggi: Setelah menetapkan dua orang dari rombongan motor gede (Moge) HOG (Harley Owners Group) Siliwangi Bandung Chapter Indonesia berinisial MS (49) dan B (18) menjadi tersangka, karena terlibat aksi penganiayaan terhadap dua orang anggota TNI yang berdinas di Kodim 0304/Agam, Polres Bukittinggi pada Sabtu (31/10/2020) malam tadi, kembali menetapkan dua tersangka tambahan.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara ketika dihubungi RRI, Minggu (1/11/2020), membenarkan bahwasanya memang ada dua tersangka baru dalam kasus penganiayaan dua anggota Kodim 0304/Agam tersebut.

“Tersangka tambahan itu yakni, HS alias A (48) yang terbukti melakukan pemukulan terhadap korban Serda M sebanyak tiga kali, berdasarkan keterangan dari saksi angga (Rombongan HOG), dan dikuatkan dengann video yang didapat dari rekaman CCTV toko Tempat Kejadian Perkara (TKP),” jelasnya.

Berikutnya JAD alias D (26), yang berdasarkan keterangan dari saksi Angga melakukan pemukulan terhadap korban Serda Mistari dan Serda Yusuf, yang juga dikuatkan oleh video CCTV yang didapat dari toko di TKP.

Menurut Dody Prawiranegara, kedua tersangka sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bukittinggi, sehingga jumlah total tersangka adalah 4 orang, dimana kesemuanya ditahan pada Rutan yang sama, guna mengikuti proses hukum selanjutnya.

“Kami akan memproses ke empat tersangka sesuai aturan hukum yang berlaku, dan mengawal kasus ini hingga persidangan di Pengadilan Negeri,” tukasnya.

Diberitakan RRI sebelumnya, Dua orang dari rombongan motor gede (Moge) HOG (Harley Owners Group) Siliwangi Bandung Chapter Indonesia berinisial MS (49) dan B (18), ditetapkan jadi tersangka dan saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bukittinggi.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Sabtu (31/10/2020), menuturkan, keduanya ditetapkan jadi tersangka setelah terlibat aksi penganiayaan terhadap dua orang anggota TNI yang berdinas di Kodim 0304/Agam, pada Jum’at 30 Oktober 2020 kemaren, sekira pukul 16.40 WIB.

“Penetapan tersangka dua orang pengendara motor gede ini berdasarkan laporan korban ke Polres Bukittinggi bernomor LP/253/K/X/2020. Korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut sehingga tersangka diproses,” jelasnya.

Menurut Dody Prawiranegara, korban mereka Serda Mistari dan Serda Yusuf bertugas di bagian Intel Kodim 0304/Agam.

“Keduanya mengalami luka di beberapa bagian akibat kejadian itu, Serda M mengalami luka pada bagian bibir atas, dan Serda Y mengalami bengkak di kepala sebelah kiri belakang, serta luka memar pada pinggang kiri,” sebutnya.

Sementara Kasat Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution, menyebutkan, kasus ini berawal dari rombongan pengendara motor Moge HOG (Harley Owners Group) Siliwangi bandung Chapter Indonesia melewati Simpang Tarok sebanyak 21 Moge.

“Namun 10 Moge diantaranya tertinggal dan bertemu dengan 2 orang anggota Kodim 0304/Agam, selanjutnya terjadi perselisihan yang mengakibatkan terjadinya pemukulan oleh rombongan Moge kepada personil kodim tersebut,” ulasnya.

Atas kejadian tersebut sambung Chairul Amri Nasution, pelapor Y merasa pusing bengak di kepala sebelah kiri bagian belakang dan memar pada pinggang kiri dan korban M pecah bibir atas dan bawah bagian dalam sebelah kanan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bukittinggi.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Berlakukan Denda 100.000 Won, Di Seoul Tidak Bermasker

Sun Nov 1 , 2020
0 (0) Seoul: Pemerintah kota metropolitan Seoul akan mulai memberlakukan denda sebesar 100.000 won (sekitar Rp1.280.00,00) bagi mereka yang tidak memakai masker di depan umum mulai minggu depan, sebagai tindakan yang bertujuan mencegah penyebaran virus corona. Penegakan aturan penggunaan wajib masker akan dimulai 13 November setelah masa percobaan satu bulan, […]