Tuesday, April 20

Polisi Mengamankan 1.377 Orang Dengan lima di antaranya merupakan siswa SD

Ilustrasi

Jakarta: Kepolisian Daerah Metro Jaya terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap penggerak atau dalang di balik keikutsertaan para pelajar mengikuti demonstrasi penolakan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta, dalam dua pekan belakangan ini.

“Sampai saat ini penggerak, kemarin banyaknya pelajar melakukan aksi terus kami melakukan pengejaran ataupun penyelidikan terhadap penggerak aksi tersebut,” ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Senin (19/10/2020).Ditambahkan Nana, pihaknya juga telah mengidentifikasi penggerak tersebut.

Akan tetapi, Nana belum dapat menjelaskan secara rinci identitas penggerak tersebut lantaran masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami sampaikan dalam hal ini penggerak pelajar (SMK, SMP, dan SD) ada beberapa yang sudah kami identifikasi, terus dilakukan penyidikan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, dalam dua pekan kemarin, aksi unjuk rasa terus dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat dalam penolakan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di wilayah Jakarta.

Bahkan, beberapa di antaranya sempat terjadi kericuhan.
Terakhir, kericuhan terjadi pada aksi unjuk rasa yang digelar pada 13 Oktober 2020 lalu.

Pada saat itu, polisi mengamankan 1.377 orang dengan lima di antaranya merupakan siswa SD.
Dari aksi unjuk rasa itu, polisi telah menetapkan 131 orang sebagai tersangka.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dari beberapa kasus, kebanyakan kasus yang mereka lakukan adalah perusakan fasilitas umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *