Cina Bergabung dengan Inisiatif Vaksin COVID-19 WHO

0
(0)

Site Logo

Site Logo
HOME
NASIONAL
INTERNASIONAL
DAERAH
EKONOMI
OLAHRAGA
TEKNOLOGI
HIBURAN
HUMANIORA
TANGGAP BENCANA
EDITORIAL
BERITA FOTO
PODCAST
VIDEO JURNALIS
INDEKS
Cina Bergabung dengan Inisiatif Vaksin COVID-19 WHO
Bagikan :
Sejumlah wanita berada di laboratorium pembuat vaksin milik Cina Sinovac Biotech, mengembangkan vaksin virus corona (COVID-19) dengan percobaan, saat wisata media yang diorganisir pemerintah di Beijing, Cina. (ANTARA)

Oleh: Nugroho Editor: Nugroho 10 Okt 2020 07:30
KBRN, Jenewa: Cina bergabung dengan skema global untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata negara itu kemarin.

Upaya terbaru Beijing untuk bergabung dalam perang global melawan virus corona menyusul kritik atas penanganan pandemi, yang telah berkontribusi pada pandangan yang tidak menguntungkan tentang Cina di negara-negara maju, menurut sebuah survei baru-baru ini.

“Kami mengambil langkah konkret ini untuk memastikan distribusi vaksin yang adil, terutama ke negara berkembang, dan berharap lebih banyak negara yang mampu juga akan bergabung dan mendukung Covax,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying, seperti dikutip dari The Straits Times, Sabtu (10/10/2020).

Cina, tempat virus pertama kali dilaporkan pada akhir tahun lalu, juga sedang dalam pembicaraan dengan WHO agar vaksin buatan dalam negeri dievaluasi untuk penggunaan internasional.

Sebanyak 171 negara telah bergabung dalam program untuk mendukung akses terhadap vaksin Covid-19 yang adil untuk negara kaya dan miskin.

Covax dipimpin bersama oleh aliansi vaksin Gavi, WHO, dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Cepi).

Inisiatif ini dirancang untuk mencegah pemerintah nasional menimbun vaksin Covid-19 dan berfokus pada vaksinasi pertama bagi mereka yang berisiko paling tinggi di setiap negara.

“Kesepakatan vaksin sedang berlangsung dan kami dengan cepat mendekati target penggalangan dana awal kami untuk memulai dukungan bagi negara-negara berpenghasilan rendah,” kata kepala eksekutif Gavi, Dr Seth Berkley, kepada Reuters.

“Apa yang tampak seperti tantangan yang mustahil beberapa bulan lalu – memastikan setiap negara, kaya atau miskin, mendapatkan akses yang adil dan cepat ke vaksin Covid-19 – sekarang menjadi kenyataan.”

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ratusan Aplikasi Android Dihapus dari Playstore

Sat Oct 10 , 2020
0 (0) Jakarta: Ratusan aplikasi Android telah dihapus dari Play Store karena menayangkan iklan di luar konteks yang ditetapkan Google. Melansir ZD Net, Sabtu (10/10/2020), ratusan aplikasi ini banyak diinstall dan digunakan oleh para pemilik HP Android di Indonesia. Iklan di luar konteks atau iklan di luar aplikasi merupakan iklan […]