Jokowi ‘Terpantik’ Langkah Anies, Tak Perhitungkan Gatot

0
(0)

Jakarta: Persepsi publik terhadap pernyataan Presiden Jokowi ‘jangan sok-sokan me-lockdown wilayah dalam penanggulangan Covid-19’ adalah ‘menembak’ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pakar politik dari Universitas Indonesia (UI), DR Ade Reza Hariyadi menyampaikan, kuatnya asumsi publik itu berkemungkinan karena peta politik di 2024.

“Bisa saja semua ini ada kaitanya dengan isu-isu kompetisi politik di 2024. Di antara sekian banyak nama yang potensial dan telah diperbincangkan di publik ini, saya kira Anies memiliki kans politik yang cukup menjanjikan sebagai salah satu figur yang dimunculkan di 2024,” kata Ade yang di kutip RRI.co.id, Minggu (4/10/2020).

Ade mengatakan, dengan posisi Jokowi yang tidak mungkin mencalonkan diri di 2024 karena telah dua periode, maka sangat berkepentingan untuk memastikan siapapun figur yang muncul di 2024, dapat melanjutkan gagasan dan kebijaka strategis pembanguan di dua periode kepemimpinannya.

“Ke dua secara politik juga dapat memberikan satu jaminan atau satu kondisi yang tidak menjadi ancaman bagi kepentingan politik Jokowi pasca-berkuasa. Saya kira ini hal-hal yang menjadi pertimbangan bagi Pak Jokowi,” ungkapnya.

Ade menyampaikan, saat ini nyata di tengah publik Gubernur Anies Baswedan punya kekuasaan politik. Sebab dengan menjadi Gubernur DKI, artinya Anies menjadi ikon politik nasional.

“Ini beda menjadi gubernur di daerah lain, nilai strategisnya secara opini politik dan bergaining politik sangat strategis. Real politik hari ini Pak Anies mampu membangun citra dan opini politik dengan skala nasional yang masif,” sebutnya.

“Beda dengan Pak Gatot. Kalau Pak Gatot ya tidak punya kekuasaan hari ini, dan karena itu tidak bisa mengkapitalisasi isu-isu politik yang lebih strategis dibandingkan Anies, kecuali hanya sekedar berkumpul dengan figur-figur lainnya,” pungkasnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

UU Ciptaker Sah, 'Menginjak' Asas Keadilan

Mon Oct 5 , 2020
0 (0) Jakarta: Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang direncanakan bakal disahkan dalam Rapat Paripurna DPR dinilai mengenyampingkan asas keadilan. Pakar politik dari Universitas Indonesia (UI), DR Ade Reza Hariyadi menyampaikan, akan lebih adil jika pemerintah dan DPR menahan diri untuk tidak tergesa-gesa melakukan pembahasan. “Semestinya, jika masyarakat selama […]