Kota Bandung Aktifkan Mini Lockdown Pekan Depan

0
(0)

Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama 9 lurah membahas rencana pemberlakuan mini lockdown di 9 kelurahan yang terdapat kasus positif aktif di level RW lebih dari 4 kasus di Balai Kota Bandung, Jumat (2/10/2020).

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19, Ema Sumarna menyatakan, keputusan pemberlakuan mini lockdown akan disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial pada, Senin (5/10/2020) pekan depan.

“Data di kita positif aktifnya kategori cukup tinggi sehingga kita dari arahan presiden dan Wali Kota Bandung memberikan pengarahan apabila kebijakan diambil oleh wali kota pembatasan sosial berskala kampung (mini lockdown),” kata Ema di balaikota Bandung, Jumat (02/09/2020).

Menurutnya, jika mini lockdown dilakukan di 9 kelurahan maka pihaknya meminta para lurah berkoordinasi dengan pimpinan wilayah masing-masing khususnya para ketua RW.

Ia mengatakan, kasus positif aktif di 9 kelurahan tersebut tidak merata terdapat di setiap RW.

“Kelurahan masuk label merah bukan berarti se kelurahan merah tetapi hanya satu rw itu yang akan dilakukan kebijakan PSBK,” paparnya.

Sisi lain, ia menjelaskan, jumlah lurah yang diundang pada sebelum pertemuan sebanyak 12 lurah, namun berdasarkan perkembangan tiga lurah tidak datang karena kasus positif aktif di wilayahnya nol sehingga tidak perlu dilakukan mini lockdown.

Menurutnya, pembatasan sosial berskala kampung tidak jauh berbeda dengan penerapan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di kawasan Secapa AD di Hegarmanah.

“Kegiatan (aktivitas keluar masuk orang) tidak 4 jam, misal jam 9 sepakat tidak boleh ada orang masuk keluar kecuali ada yang urgen. Proses penanganan kepada warga yang terpapar diperhatikan kebutuhannya,” pungkasnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Sejak Pandemi, Tak Ada Respon Cepat DPR

Sat Oct 3 , 2020
0 (0) Jakarta: Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) menyayangkan respons DPR yang terkesen tidak serius dalam bersikap menyikapi situasi kritis pandemi Covid-19. Sikap itu merupakan salah satu catatan reflektif evaluasi posisi DPR sebagai wakil rakyat, oleh FORMAPPI dalam rangka memperingati setahun pasca pelantikan anggota DPR RI 2019-2024. “Kemunculan Covid-19 […]