Lahan Jatikarya Kembali Diusik, Kuasa Hukum Waris Ancam Polisikan Penggugat

5
(1)

HarianNasional.com – Sengketa kasus lahan di Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat,  seluas kurang lebih 42 hektar yang telah dimenangkan oleh para ahli waris dalam hasil putusan peninjauan Kembali (PK) ke II oleh MA tak kunjung selesai. 

Kuasa Hukum ahli waris warga Jatikarya, H Dani Bahdani SH menyatakan, sesuai dengan putusan 815 itu dalam pertimbangan hukum sudah jelas, segala perkara yang muncul setelah putusan 218 tahun 2008 dinyatakan batal demi hukum.

“Saya tidak mengerti maksud dan tujuan dari saudara Sanrico yang sekarang melakukan gugatan dari atas nama Yulius Yuhadi, selaku direktur PT Jatikarya Nusa. Sementara yang namanya Sanrico, Antonu James Harahap dan Fikri Abdul Aziz pada tahun 2018 bersama-sama mengajukan PK ke 2. Setelah perkaranya kalah dan dimenangkan masyarakat, ko sekarang mengajukan kembali gugatan atas obyek yang sama dari pihak lain. Begitu juga dengan Fikri Abdul Aziz bersam Antoni juga mengajukan gugatan perkara 181, itu juga dari atas nama istri terpidana Hasan Karno. Ini kan akte-akte maupun diperkara tadi yakni 228 dan 181 sumbernya adalah akta jual beli palsu atas nama Hasan Karno dan enam orang lainya,” ujar H Dani saat ditemui di Pengadilan Negeri Bekasi, Kamis (17/8/2020).

H Dani menegaskan, meski ada gugatan kembali belakangan ini, tidak bisa menghambat proses pencairan uang konsinyasi pembebasan jalan tol sebesar Rp 218 Miliar.

“Mungkin menurut kacamata mereka, dengan mengajukan gugatan 228 atau 181 maupun gugatan yang lain, mereka berharap pencairan uang konsinyasi bisa kepending. Padahal tidak demikian adanya, karena didalam putusan 815 sudah jelas bahwa dari seluruh perkara yang terdaftar di Pengadilan Negeri Bekasi yang diyatakan sebagai pemilik adalah warga Jatikarya,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, H Dani dengan tegas mengancam jika memang gangguan terus muncul, dirinya akan melaporkan pihak-pihak yang mencoba menggangu hasil putusan yang sudab berkekuatan hukum tetap.

Para ahli waris kembali dibuat heran dengan adanya penggugat baru. Dari informasi yang dihimpun, para penggugat ini sama sekali tak dikenal oleh para ahli waris. 

“Mereka menggugat kita, sementara kita tidak mengenal mereka. Anehnya, mereka yang menggugat juga tidak hadir,” kata salah satu ahli waris, Sulaiman Pembela.

Sulaiman menegaskan, bahwa seluruh warga yang mempunyai lahan tersebut tidak pernah menjual kepada pihak manapun. “Coba aja tanya ahli waris, mereka tidak pernah menjual sama sekali. Begitu juga orang yang menggugat, kita (warga) tidak mengenal. Mereka juga tidak menghadirkan orang yang menggugat,” jelas Sulaiman.

Ahli waris lainnya, Marta Caong, membeberkan bahwa tanah yang berada di Jatikarya tidak pernah di perjual belikan sejak tahun 50 an.

“Awal pertama kami menjalani sidang dengan mabes TNI, kami belum pernah ngejual ke Mabes TNI. Selanjutnya, muncul lagi Hasan Karno, kamipun selaku ahli waris tidak pernah menjual ke yang bersangkutan, terus Nyai Dewi, apalagi sekarang yang mengaku atas nama PT Jatikarya Nusa. PT Nusa Jatikarya PT apaan, saya juga tidak kenal orangnya. Belum pernah liat, tadi juga tidak hadir (sidang) orangnya,” ungkap Marta. (rdk/zdn)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Gedung Kejagung Sengaja Dibakar, Rizal Apresiasi Polri

Thu Sep 17 , 2020
5 (1) Jakarta: Mantan Menko Maritim Rizal Ramli mengapresiasi kerja Polri dalam mengungkap kasus kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) yang diduga memiliki unsur kesengajaan dan direncanakan oleh pihak-pihak yang ingin gedung tersebut terbakar. Untuk itu, ia mendesak Polri untuk membongkar hingga tuntas kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung tersebut. […]