Pistol Milik Eks Kepala BPN Denpasar Diselidik

0
(0)

Jakarta: Eks Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Denpasar dan BPN Kabupaten Badung, Tri Nugraha (53), bunuh diri saat dibawa petugas kejaksaan ke mobil tahanan.

Rencananya dari Kejaksaan Tinggi Bali, Tri akan digelandang menuju Lembaga Pemasyarakatan (LP) untuk proses penahanan atas dugaan kasus gratifikasi dan pencucian uang beberapa sertifikat tanah.

Nugraha bunuh diri dengan menembakkan pistol ke dada kirinya. Inilah yang didalami kepolisian sekarang. Dari mana yang bersangkutan dapat memiliki senjata api dan memegangnya saat berada di dalam gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali di Denpasar.

Kepolisian Daerah Bali dipastikan menyelidiki kepemilikan senjata api dan jenis senjata api yang diduga digunakan mantan Kepala BPN Denpasar dan BPN Badung, Tri Nugraha, untuk bunuh diri di toilet Kantor Kejaksaan Tinggi Bali, Senin, 31 Agustus 2020.

“Masih kita lakukan penyelidikan untuk mencari bukti-bukti atau penyebab kematiannya. Memastikan jenis senjatanya, bukti kepemilikan senjata, dan prosedur penerimaan kok bisa senjata masuk,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmawan, Selasa, (1/9/2020) dini hari.

Dodi mengutarakan, pihaknya akan memeriksa sekaligus mengumpulkan seluruh bukti yang dapat diperoleh, serta mencari saksi-saksi yang dirasa berkompeten dimintai keterangan. Jenazah tersangka kasus gratifikasi dan pencucian uang tersebut juga bakal menjalani otopsi guna menyingkap penyebab kematian.

“Barang bukti senjata api sementara kita identifikasi dulu senjata itu rakitan atau sebagainya. Saya belum bisa menyampaikan jenisnya dengan proyektil yang masih bersarang ada lima dan yang sudah digunakan satu,” kata Dodi.

Sementara itu, terkait dengan saksi di lokasi mulai dari penasehat hukum, maupun Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali yang menangani akan dimintai keterangan secara lengkap terperinci.

BACA JUGA: Eks Kepala BPN Denpasar, Benarkah Bunuh Diri?

“Kami akan koordinasi dengan Kejati untuk mengambil keterangan dan mengecek dengan bukti-bukti yang kita temukan untuk segera rekonstruksi,” ucap Dodi.

Pihak yang terlibat dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di antaranya Tim Identifikasi Polda Bali, Tim Lab Forensik dan Tim Penyidik dari Polda dan Polresta. Selain itu, untuk CCTV juga saat ini sedang didalami kepolisian.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Polisi Korban Pengeroyokan Insiden Ciracas Luka Tusuk

Wed Sep 2 , 2020
0 (0) Jakarta: Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebutkan bahwa salah satu dari dua polisi korban pengeroyokan insiden Ciracas, Jakarta Timur, mengalami luka tusuk senjata tajam. Yusri menuturkan, korban yang mengalami tusukan senjata tajam itu bernama Bripda Bernandus Dimas, Anggota Kompi 3 Pleton 2 […]